Polisi Jadi Pengumpul Barang Rongsokan Demi Kuliahkan Anak
2017-05-16 06:05:00

437 Views 1 Comments

Demi menambah penghasilan keluarga, anggota polisi Aiptu Suprapto memilih mengais rezeki dengan mengumpulkan barang bekas. Barang rongsokan itu lalu dijual ke tengkulak. Aktivitas memilah sampah itu dia lakukan setiap hari selepas jam dinas di gudang rongsokan dekat rumahnya di Kampung Sindang Karsa, RT04/03, Cimanggis, Depok.

Aktivitas sampingan itu sudah dilakoni sejak 2003 lalu. Awalnya ketika dia dituguskan di Polres Metro Jakut, dia menyambangi berbagai lapisan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas. Rutinitasnya itu, membuatnya kepincut melihat peluang usaha barang rongsokan.

Apalagi di wilayah Sunter, saat dia menjadi anggota Pospol Sunter banyak tempat dijadikan pengepul barang bekas oleh warga sekitar.

“Saya belajar dari pemulung dan pemilik lapak barang bekas. Begitu berkomunikasi dan tau caranya baru muncul niat saya untuk membuka lapak barang bekas,” katanya.

Saat awal-awal memunguti sampah, dia mengaku ada saja teman sejawat yang mencibirnya. Namun, dia cuek saja dan tidak memasukkan dalam hati. Dia tetap mencari sampah.

Keinginannya itu mendapat dukungan penuh dari sang istri. Untuk membuka usaha pengepul barang bekas Aiptu Suprapto mengeluarkan modal Rp150 juta-Rp200 juta dari sebuah bank dalam program kredit pinjaman lunak.

“Alhamdulillah, selama 13 tahun membuka usaha ini, kini saya punya delapan karyawan dan pelanggan 40 lapak barang rongsokan,” ujarnya. Karyawan Aiptu Suprapto bekerja mulai mengepul menaruh barang bekas ke gudang hingga pengepresan.

Aiptu Suprapto mengaku kerja tambahan ini tergolong cukup menghasilkan, karena dirinya bisa menyekolahkan dua orang anaknya hingga ke perguruan tinggi di Jakarta.

“Kerja ini buat tambahan anak kuliah. Keuntungan kotor Rp1000 ribu perkilo jika dipotong biaya operasi tinggal Rp200 perak. Itu pun bisa dapat seharga ini setelah barang bekas (botol air mineral) dipres pakai mesin pres. Ada dua mesin pres yang saya cicil. Alhamdulillah semua sudah lunas,” papar Suprapto

Dalam menjalankan usaha sampinganya Aiptu Suprapto kerap kali membagi tugas dengan sang istri kala dirinya sedang betugas menjalan profesinya, sang istri dengan setia menggantikannya.

“Istri selalu komunikasi lewat HP kalau saya lagi dinas. Saya punya prinsip, ternyata kalau cari uang yang halal walau pun kecil, tapi berkah,” pungkasnya.

foto: (ilham/poskota)


http://poskotanews.com/2017/05/15/demi-kuliahkan-anak-polisi-ini-jualan-barang-bekas/

Related Articles

Comments

bagus
16-05-2017

keren pak... lanjutkan!