Kalau Marah Jangan Dibawa Tidur
2017-04-18 23:00:00

432 Views 1 Comments

Untuk sebagian orang, tidur mungkin dapat mengalihkan rasa marah atau kecewa. Harapannya agar suasana hati menjadi lebih baik keesokan harinya.

Ternyata, tidur saat sedang marah merupakan tindakan yang salah. Sebuah penelitian menemukan bahwa tidur dalam keadaan marah justru akan membuat ingatan perasaan marah semakin sulit untuk dihilangkan, serta dapat mengganggu kesehatan.

Sebuah studi dari University of Massachusetts mengatakan, otak kesulitan untuk beristirahat ketika Anda sedang bertengkar dengan seseorang. Anda pun sulit tidur yang berakibat kurangnya energi keesokan harinya.

Jurnal dari Nature Communication menyebutkan, saat kita tidur dalam kondisi marah, otak malah bekerja untuk mengumpulkan ingatan negatif yang nantinya dapat membuat Anda merasa tertekan.

Hal lainnya dapat muncul kondisi post-traumatic stress disorder (PTSD) atau kondisi gangguan kesehatan mental seperti rasa panik berlebihan akibat trauma.

Penelitian dari The Journal of Neuroscience pada 2012 juga menemukan orang yang tidur saat mengalami kejadian tidak menyenangkan dapat merasakan dua kali lipat perasaan leih buruk dibandingkan orang yang tidak tidur sama sekali.

Apa yang sebaiknya perlu dilakukan dalam kondisi tersebut?

"Tahan argumen Anda sebelum tidur, singkirkan perasaan negatif. Hal ini akan lebih baik untuk memecahkan masalah Anda," ujar Dr. Bonnie Eaker Weil, Ph.D.

Menurutnya, akan lebih baik jika Anda menyelesaikan masalah sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar mencegah emosi negatif tersebut mengganggu tidur Anda.

Setelah mendapat tidur yang cukup, kemampuan untuk membuat pilihan dan menyelesaikan masalah dapat meningkat. Sehingga Anda dapat mengkomunikasikan masalah Anda secara efektif pada keesokan harinya.


http://health.liputan6.com/read/2924101/pantang-tidur-saat-anda-sedang-marah-dan-emosi

Related Articles

Comments

Guest19216810790200417103338
20-04-2017

rasain lu